Pages

Senin, 25 November 2013

MICRO'S Bagi SMP/MTs Se-Derajat

OLIMPIADE MATEMATIKA, IPA, DAN ASTRONOMI BAGI PELAJAR SMP/MTS SEDERAJAT, YANG DIADAKAN OLEH OSIS SMA NEGERI 2 PARE. AKAN SEGERA HADIR KEMBALI DALAM RANGKA DN-4O.

PEPSI (Persatuan Pelajar Sembilan I UPTD SMPN 1 Papar)

PEPSI adalah nama kelas dari 9I UPTD SMPN 1 Papar th. 2011/2012. PEPSI adalah singkatan dari Persatuan Pelajar Sembilan I. Anggota dari PEPSI berjumlah 32 siswa. PEPSI pada waktu itu adalah kelas unggulan di UPTD SMPN 1 Papar. Anggota-anggota dari PEPSI sekarang tersebar di beberapa SMA/SMK/MA baik negeri maupun swasta. kebanyakan anggota PEPSI melanjutkan ke SMA Negeri 2 Pare. Selain itu, ada yang melanjutkan ke SMAN 1, SMAN 2, SMKN 1, SMKN 2 Kota Kediri.Kebersamaan kita hanya berlangsung selama 3 bulan. Meskipun begitu PEPSI sudah kompak dalam berbagai hal. Semoga kita dapat berkumpul lagi dengan membawa kesuksesan kita :)

Resensi Novel Harry Potter and The Chamber of Secrets


Judul buku                              Judul buku                    : Harry Potter and The Chamber of Secrets (Harry Potter dan Kamar Rahasia)
Penulis                          : J.K Rowling
Penerbit                        : P.T Gramedia Pustaka Utama
Tahun terbit                   : 2007
Tebal                             : 424 halaman
Harga                            : Rp 90.000,00
Siapa yang tidak pernah mengenal J.K Rowling (Joanne Kathleen Rowling)? Ya, benar. Beliau adalah seorang penulis novel berseri Harry Potter. Sejak kecil, beliau sudah bercita-cita ingin menjadi seorang penulis. Ia pertama kali menulis buku, pada saat beliau berusia 6 tahun. Ide cerita Harry Potter muncul dibenaknya waktu itu oada tahun 1990, saat itu beliau melakukan perjalan dengan menggunakan kereta api dari Manchester menuju ke London. Sesosok Penyihir kecil yang berbadan kurus, berambut hitam, dan memakai kacamata, tergambar oleh J.K Rowling waktu itu. Awalnya novel Harry Potter and The Socerer’s Stone (novel Harry Potter seri pertama) ditolak, akan tetapi dia tidak menyerah dan akhirnya diterima oleh penerbit yang bersedia menerbitkannya.
Pada novel seri kedua ini, Harry Potter terjebak melewati liburan musim panas bersama keluarga Dursley yang menyebalkan. Akan tetapi, tiba-tiba muncul makhluk aneh bin ajaib bernama Dobby (kali pertama tokoh Dobby muncul). Dobby adalah salah satu peri rumah rumah yang menghamba pada suatu tuan rumah, tapi hanya rumah-rumah besar, kastil dan orang-orang kaya.
Dobby melarang Harry Potter untuk kembali ke Hogwarts. Dia beralasan bahwa akan ada malapetaka yang mengancam keselamata Harry Potter di Hogwarts. Namun, himbauan Dobby tidak dihiraukan ole Harry. Harry pun tetap kembali ke sekolah sihir Hogwarts itu.
Tanpa diduga oleh Harry, muncul beberapa keanehan-keanehan sebelum malapetaka itu benar-benar terjadi. Gerbang peron 9 3/4 tidak bisa dilewatinya. Harry pun terpaksa pergi ke Hogwarts mengendarai mobil terbang bersama Ronald Weasley (sahabatnya).
Keanehan demi keanehan yang lain pun terjadi, sampai pada akhirnya malapetaka itu benar benar terjadi. Ada seseorang yang mengubah siswa-siswi di Hogwarts menjadi batu. Dari kejadian pertama yang terjadi, terungkaplah bahwa sang keturunan Salazar Slytherin (salah satu pendiri Hogwarts. Pendiri di Hogwarts ada 4, dan nama pendirinya itu sesuai dengan nama para pendiri Hogwarts, diantaranya: Godric Gryffindor; Helga Hufflepuff; Rowena Ravenclaw; dan Salazar Slytherin) telah kembali ke Hogwarts. Dia telah kembali dan membuka pintu Kamar Rahasia yang keberadaannya tidak diketahui oleh siapa pun. Siapakah dia?
Harry dan kawan-kawannya curiga, bahwa pelaku perbuatan itu adalah Draco Malfoy (Penyihir dari asrama Slytherin). Bagaimana tidak? Draco Malfoy menganggap dirinya sendiri sebagai orang yang paling pantas belajar sihir, lantaran dia berdarah murni. Meskipun demikian, kecurigaan tentang siapa pelakunya juga mengarah ke Harry sendiri karena diketahui bahwa Harry adalah seorang Parselmouth (Parselmouth adalah seseoarang yang bisa berbahasa dengan menggunakan bahasa ular).
Setelah melakukan pencarian informasi, dengan bantuan hantu wanita, Myrtle Merana, Harry Potter menemukan letak Kamar Rahasia yang tak lain berada di toilet tempat Myrtle Merana sering berada. Di dalam Kamar Rahasia itu, Harry menemukan sesosok monster, monster itu berwujud ular yang sangat besar, ular itu bernama Bacilis. Selain Bacilis, Harry juga bertemu dengan jelmaan Lord Voldemort yang hadir bersama horcruxnya, yakni Bacilis tadi. (Horcrux adalah suatu wadah di mana seorang Penyihir Hitam menyembunyikan bagian dari jiwanya untuk tujuan mencapai keabadian).
Di tempat itu (Kamar Rahasia), terjadi pertempuran antara Harry dan Bacilis. Dengan bantuan pedang Godric Gryffindor, Harry dapat mengalahkan Bacilis itu. Harry yang sempat terluka karena gigitan Bacilis yang beracun itu, dapat diselamatkan oleh tetesan air mata dari burung Phoenix (burung yang membawakan pedang Godric Griffindor untuk Harry Potter). Sedangkan jelmaan Lord Voldemort (Tom Marvolo Riddle), hancur bersama horcruxnya (Bacilis tadi). Harry Potter selamat, siswa-siswi Hogwarts yang tadi menjadi batu kini kembali seperti sedia kala dengan bantuan ramuan mandrake (tanaman yang digunakan untuk menyembuhkan status kutukan sihir dan dapat menyembuhkan kembali seperti sedia kala). Mereka (Harry dan seluruh siswa-siswi Hogwarts) dapat kembali bersekolah tanpa dihantui rasa takut akan kamar Rahasia itu.
Bahasa yang digunakan novel ini sangat mudah dimengerti dan dipahami. Takaran imajinasi yang dituangkan sangat tinggi. Nilai persahabatan yang cukup solid membuat petualangan menjadi seru dan sangat mendebarkan. Hanya saja pada novel ini, banyak tokoh yang mungkin tidak bisa dipahami apabila tidak membacaseri pertamanya, dan sampul yang digunakan pun kurang menarik. 
Novel ini pantas dibaca oleh siapa saja. Kisah-kisah di dalamnya dapat melatih daya imajinasi kita dan mampu membawa kita ke dunia sihir khayalan yang penuh dengan keajaiban-keajaiban. Selain itu, terdapat berbagai pesan di dalamnya yang penuh dengan nilai-nilai persahabatan, keberanian, dan perjuangan tanpa mengenal putus asa.

Kurikulum 2013, Jurang Pemisah Adik dan Kakak Kelas


Kementrian Pendidikan Nasinal Indonesia terus berusaha mengerahkan segala cara untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Salah satu upayanya adalah menghapus label RSBI dan mengganti kurikulum KTSP dengan kurikulum 2013. Pro dan kontra berdatangan dari mulai pengamat pendidikan hingga para siswa. Akan tetapi survei membuktikan reponden merespon positif terhadap kurikulum 2013.

Pada kurikulum 2013, di jenjang SMA. Saat kelas X, siswa sudah diminatkan ke IPA/IPS. Apalagi bobot pelajaran kurikulum 2013 menurut saya cukup berat. Bayangkan saja, saat adik kelas (generasi awal 2013) bertanya tentang pelajaran kepada kakak kelas XI (generasi terakhir KTSP) kebanyakan kakak kelas tidak bisa menjawabnya. 

Semoga kurikulum 2013 bisa membawa pendidikan Indonesia lebih baik !!!

Batik Is My Identity


Suara rintik hujan mengiringi goresan-goresan indah dari cantingku. Dinginnya malam yang berhujan terhalangi oleh sepercik kehangatan dari api tungku yang berada di dekatku. Segores demi segores kutorehkan harapan dan cita-citaku di atas kain putih nan suci ini. Menggores dengan perlahan lalu mengambil lelehan lilin, kulakukan terus berulang-ulang. Namun, aku tak pernah jenuh atau bosan. Karena, membatik sudah mendarah daging di jiwaku.
Ini berawal dari masa kecilku. Ayah saya adalah orang yang hobi sekali membatik. Desain-desain nya sudah terkenal di daerah jawa tengah, bahkan sampai ke luar negeri. Tak jadi hal yang istimewa lagi memang, jika ayah sering diundang untuk menghadiri acara fashion show di mancanegara. Sebenarnya membatik hanyalah pekerjaan sampingan dari ayahku. Pekerjaan utama ayahku adalah sebagai Dosen di Institut Seni Indonesia Jogjakarta. Berbanding terbalik dengan bidang yang dia ajarkan. Ayahku adalah dosen di Jurusan seni teater. Sudah hal wajar jika pekerjaan seseorang tak sejalan dengan kuliah yang kita ambil. Saat ini saja jebolan dari jurusan teknik kimia bisa bekerja di instansi bank. Memang, nasib seseorang siapa yang tahu.
Aku selalu benci jika melihat ayah sedang berkutat dengan canting. Jika dia sudah memegang canting, bisa 10 jam waktu yang dia lewatkan bersama canting. hal yang tak aku suka adalah waktu ayah untuk aku begitu sedikit, bisa dikatakan kita jarang berbincang-bincang. Memang benar salah satu tugas seorang ayah adalah menafkahi istri dan anak-anak nya. Akan tetapi, jangan sampai melupakan waktu untuk keluarganya. Hal itu membuat aku benci dengan budaya bangsaku sendiri, yaitu batik.
Hingga pada saatnya semua itu berbalik 360 derajat. Saat itu ayahku tiba-tiba pingsan ketika sibuk membatik. Hingga dia terbujur lemas di atas kasur di rumah sakit. Ternyata ayahku terkena strok. Aku sangat sedih melihat dia tidak bisa lagi beraktivitas seperti semula.
Suatu ketika, ayah mengajak aku berbicara berdua. Kami berkomunikasi dengan goresan di atas secarik kertas. Karena ayah bicaranya sudah tidak jelas. Dari goresan yang tak beraturan itu, tertulis “Ayah sayang kamu, terusin usaha batik ayah”. Saat membacanya jatuhlah air mata ku. Tak kusangka jika pesan itu adalah pesan terakir dari ayah. Aku tak kuasa menahan air mata ini. Langsung saja aku peluk ibu tercinta.
Dengan balutan jas hitam dan dasi bercorak batik menambah kewibawaan ayah. Aku berharap jika ayah dikebumikan bersama dengan salah satu karya batiknya akan membuat ayah tenang disana. Pemakaman ayah di iringi oleh banyak orang yang berbalut baju hitam. Terlihat juga orang asing berkulit putih. Mungkin itu relasi kerja ayah dari luar negeri. Baru sadar jika ayah medikenal banyak orang. Kenapa aku anaknya sendiri tak begitu mengenal sama ayah. Saya baru sadar kerenggangan antara aku dan ayah bukanlah karena hobi ayah membatik tetapi karena saya yang tak bisa menempatkan diri di posisi ayah.
Setelah kepergian ayah, aku melanjutkan usaha ayah untuk mengembangkan bisnis batik ayah. Hal itu sesuai dengan wasiat ayah sebelum meninggal. Sedikit demi sedikit saya belajar membatik dari salah satu teman baik ayah. Hingga akhirnya saya sudah cukup mahir membatik, baru saya berani melanjutkan bisnis batik ayah.
Hingga kini aku tetap membatik. Sudah banyak karya saya yang dikenal masyarakat jawa tengah. Kesuksesan ini tak lepas dari wasiat ayah yang saya jadikan motivasi untuk bisnis ayah.
Setelah menjalani bisnis batik ini, rasa cinta tanah air saya bergejolak. Saya baru tahu betapa luar biasanya budaya Indonesia. Saya berjanji kepada diri sendiri untuk melestarikan batik sebagai budaya asli Indonesia, bukan budaya jiplakan dari bangsa lain. Ayah semoga engkau tersenyum melihat kesuksesan melanjutkan bisnis mu...

Selasa, 12 November 2013

Puisi Nyontek


Kau hadir di saat galau
Kau pelita dalam kegelapan
Buatku terlena
Akan bujuk rayumu
Kau bantu aku
Melewati cobaan-cobaan itu
Cobaan yang berat dalam hidupku
Kau beri satu harapan
Tetapi hanya harapan palsu
Ingin aku mengabaikanmu
Tapi...
Apa daya ku perbuat
Akhirnya ku sadar
Kau setan dalam kesempitan